Senin, 15 Maret 2010

12 Mei, 1998

Mengenang Elang Mulya, Hery Hertanto,

Hendriawan Lesmana dan Hafidzin Royan


 

Empat syuhada berangkat pada suatu malam, gerimis air mata

Tertahan di hari keesokan, telinga kami lekapkan ke tanah kuburan

Dan simaklah itu sedu sedan,

Mereka anak muda pengembara tiada sendiri, mengukir reformasi

Karena jemu deformasi, dengarkan saban hari langkah sahabat-

sahabatmu beribu menderu-deru

Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu.

Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu,

Tapi malaikat telah mencatat indeks prestasi kalian tertinggi di

Trisakti bahkan di seluruh negeri, karena kalian berani

Mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan

Darah arteri sendiri,

Merah putih yang setengah tiang ini, merunduk di bawah garang

Matahari, tak mampu mengibarkan diri karena angin lama

Bersembunyi,

Tapi peluru logam telah kami patahkan dalam doa bersama, dan

kalian pahlawan bersih dari dendam, karena jalan masih

jauh dan kita perlukan peta dari Tuhan

1998

0 komentar:

Posting Komentar